Posted by : Gilang Faisal Gunawan 24 Agu 2011


Teknik kimia (Inggris : chemical engineering) adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan "insinyur proses" (process engineer). Selain itu, insinyur teknik kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia.
Berikut ini adalah contoh yang mengilustrasikan peran seorang insinyur teknik kimia di pabrik:
“Perbedaan antara teknik kimia dan kimia dapat diilustrasikan dengan mengambil contoh proses produksi jus jeruk. Seorang ahli kimia akan berusaha untuk meneliti metode-metode ekstraksi jus jeruk. Metode yang paling sederhana yang mungkin ditemukan adalah memotong jeruk menjadi dua bagian dan kemudian memerasnya. Metode yang lebih rumit adalah dengan cara mengupas kulit jeruk dan kemudian menghancurkan jeruk untuk memperoleh jusnya.
Sebuah perusahaan kemudian menginstruksikan seorang insinyur teknik kimia untuk merancang pabrik penghasil jus jeruk dengan kapasitas produksi beberapa ribu ton jus per tahun. Insinyur tersebut akan menganalisis proses-proses produksi yang mungkin dan kemudian mengevaluasi keekonomisan setiap proses yang mungkin. Walaupun metode produksi jus dengan cara memeras sangat sederhana, proses ini tidak ekonomis karena memerlukan ribuan orang untuk mencapai target produksi. Oleh karena itu, metode lain akan dipilih (mungkin metode pengupasan dan penghancuran). Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa proses produksi yang paling sederhana dalam skala laboratorium belum tentu merupakan metode paling ekonomis pada suatu pabrik." 
Sejarah teknik kimia adalah setua industri proses. Warisan tanggal dari fermentasi dan proses penguapan dioperasikan oleh peradaban awal. Teknik kimia modern muncul dengan pengembangan skala besar, kimia-operasi manufaktur di paruh kedua abad ke-19. Sepanjang perkembangannya sebagai disiplin independen, teknik kimia telah diarahkan menuju pemecahan masalah merancang dan mengoperasikan pembangkit besar untuk produksi yang berkesinambungan.
 
Industri bahan kimia pada pertengahan abad ke-19 terdiri dari kerajinan operasi sederhana. Peningkatan permintaan, perhatian publik pada emisi limbah berbahaya, dan kompetisi antara proses saingan memberikan insentif bagi efisiensi yang lebih besar. Hal ini menyebabkan munculnya menggabungkan dengan sumber daya untuk operasi yang lebih besar dan menyebabkan transisi dari kerajinan untuk industri berbasis ilmu pengetahuan. Hasilnya adalah permintaan untuk ahli kimia dengan pengetahuan tentang proses manufaktur, yang dikenal sebagai ahli kimia industri atau teknologi kimia. Para insinyur kimia Istilah dalam penggunaan umum sekitar tahun 1900. Meskipun kemunculannya di bidang manufaktur kimia tradisional, itu melalui perannya dalam pengembangan industri minyak bumi yang teknik kimia menjadi mapan sebagai suatu disiplin unik. Permintaan untuk tanaman mampu beroperasi proses pemisahan fisik terus menerus pada tingkat efisiensi yang tinggi merupakan tantangan yang tidak bisa dipenuhi oleh kimiawan tradisional atau insinyur mekanik.

Sebuah tengara dalam pengembangan teknik kimia adalah publikasi pada tahun 1901 dari buku pertama pada subjek, oleh George E. Davis, seorang konsultan kimia Inggris. Hal ini berkonsentrasi pada desain item tanaman untuk operasi tertentu. Gagasan dari sebuah pabrik pengolahan meliputi sejumlah operasi, seperti pencampuran, penguapan, dan filtrasi, dan operasi ini menjadi dasarnya sama, apa pun produk, menyebabkan konsep unit operasi. Ini pertama kali diucapkan oleh insinyur kimia Amerika pada tahun 1915 dan membentuk basis bagi sebuah klasifikasi teknik kimia yang mendominasi subjek untuk 40 tahun mendatang. Jumlah unit operasi-blok bangunan dari sebuah pabrik kimia-tidak besar. Kompleksitas muncul dari berbagai kondisi di mana unit operasi dilakukan. 
Dengan cara yang sama bahwa tanaman kompleks dapat dibagi menjadi unit operasi dasar, jadi reaksi kimia yang terlibat dalam proses industri dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok tertentu, atau Unit proses (misalnya, polimerisasi, esterifications, dan nitrations), memiliki karakteristik umum. Klasifikasi ini ke unit proses rasionalisasi dibawa untuk mempelajari proses rekayasa.
Pendekatan Unit menderita kerugian melekat dalam klasifikasi seperti: pandangan dibatasi berdasarkan praktek yang ada. Sejak Perang Dunia II , pemeriksaan lebih dekat dari fenomena dasar yang terlibat dalam berbagai unit operasi telah menunjukkan ini tergantung pada hukum dasar perpindahan massa, perpindahan panas , dan aliran fluida . Ini telah memberikan kesatuan dengan unit operasi beragam dan telah menyebabkan perkembangan ilmu teknik kimia dalam dirinya sendiri, sebagai akibatnya, banyak aplikasi telah ditemukan di bidang luar tradisional industri kimia .
 
Studi fenomena mendasar yang di atasnya teknik kimia didasarkan telah mengharuskan mereka dalam bentuk deskripsi matematis dan telah menyebabkan teknik matematika yang lebih canggih. Munculnya digital komputer telah memungkinkan perhitungan desain melelahkan harus dilakukan dengan cepat, membuka jalan untuk optimasi akurat proses industri. Variasi karena parameter yang berbeda, seperti sumber energi yang digunakan, tata letak tanaman, dan faktor lingkungan, dapat diprediksi secara akurat dan cepat sehingga kombinasi terbaik dapat dipilih.

Teknik kimia selalu menitikberatkan pekerjaannya untuk menghasilkan proses yang ekonomis. Untuk mencapai tujuan ini, seorang insinyur teknik kimia dapat menyederhanakan atau memperumit aliran proses produksi untuk memperoleh proses yang ekonomis. Selain melalui perancangan aliran proses produksi, seorang insinyur teknik kimia juga dapat menghasilkan proses yang ekonomis dengan merancang kondisi operasi. Beberapa reaksi kimia memiliki laju reaksi yang lebih tinggi pada tekanan atau temperatur operasi yang lebih tinggi. Proses produksi amonia adalah contoh dari pemanfaatan tekanan tinggi. Agar laju pembentukan amonia cepat, reaksi dilangsungkan dalam suatu reaktor bertekanan tinggi.
Proses-proses kimia berlangsung dalam peralatan proses. Peralatan proses umumnya merupakan satu unit operasi. Unit-unit operasi kemudian dirangkaikan untuk melakukan berbagai kebutuhan dari sintesis kimia ataupun dari proses pemisahan. Pada beberapa unit operasi, peristiwa sintesis kimia dan proses pemisahan berlangsung secara bersamaan. Penggabungan dari keduanya ini bisa dilihat dari proses distilasi reaktif.
Ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam teknik kimia, antara lain adalah:
  • Neraca massa
  • Neraca energi
  • Peristiwa perpindahan massa, energi, momentum
  • Reaksi kimia
  • Termokimia
  • Termodinamika
Terdapat pula ilmu-ilmu pendukung yang teknik kimia, antara lain:
  • Mekanika fluida
  • Ilmu tentang material
Selain ilmu dasar dan ilmu pendukung, terdapat pula kemampuan-kemampuan dan pengetahuan-pengetahuan aplikatif yang perlu dikuasai oleh seorang insinyur teknik kimia, antara lain:
  • Pengendalian proses kimia
  • Instrumentasi
  • Perancangan proses kimia
  • Penanganan limbah pabrik
  • Prosedur keselamatan pabrik kimia
  • Evaluasi ekonomi pabrik kimia
  • Manajemen proyek
Pada masa sekarang ini, teknik kimia terlibat dalam proses pengembangan dan proses produksi produk yang sangat beragam. Produk-produk ini meliputi material berunjuk kerja tinggi untuk keperluan antariksa, otomotif, biomedis, elektronik, lingkungan, dan militer. Contoh produk yang dihasilkan adalah serat yang sangat kuat, bahan tekstil, pelekat, material komposit untuk kendaraan, material yang aman digunakan untuk implan, dan obat-obatan.

Ruang lingkup teknik kimia sangatlah luas, melingkupi bidang bioteknologi, nanoteknologi, hingga mineral. Bidang-bidang yang erat berhubungan dengan teknik kimia antara lain teknik bioproses (atau teknik biokimia), teknik biomedis, teknik biomolekular, kimia dan bioteknologi.

Berikut saya paparkan trend 6 pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia di Indonesia saat ini:

1. Oil & Gas (Owner & Services)
Oil & Gas masih merupakan salah satu pekerjaan terfavorit bagi lulusan Teknik Kimia, walaupun sebenarnya bidang ini merupakan ladang asli lulusan Teknik Perminyakan. Oil & Gas menjadi favorit mayoritas sarjana Teknik Kimia karena dinilai memberikan benefit yang tinggi baik dari segi salary, maupun dari segi training quality. Career development yang cukup baik juga menjadi alasan orang memilih pekerjaan di Oil & Gas. Alasan kekompleksan proses industri dan keunggulan teknologi di Oil & Gas juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit bagi sarjana Teknik Kimia adalah Exxon Mobil, BP, ConocoPhillips, Total, Chevron, Vico, Shell, Pertamina, Medco, Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dan masih banyak lagi.

2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
FMCG menjadi salah satu pekerjaan favorit sarjana Teknik Kimia, karena dinilai dapat memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG. Benefit dari segi salary yang relatif tinggi juga menjadi alasan masuk ke FMCG, ditambah dengan career path yang baik pula. Skill baru seperti supply chain management, sales & marketing juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Teknologi baru yang ditemukan di production division menjadi tantangan tersendiri lainnya. Perusahaan FMCG yang menjadi favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nestle, Unilever, P&G, Johnson & Johnson, L’Oreal, dan masih banyak juga perusahaan FMCG lokal yang berfokus ke produk makanan & minuman.

3. EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning)
EPCC dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik kimia, atau chemical plant design. Perusahaan EPCC dinilai akan memberikan kesempatan yang besar bagi sarjana Teknik Kimia untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju expert. Basic EPCC ada di pendidikan sarjana Teknik Kimia kira-kira hampir 80-90% kurikulum, jadi bidang pendidikan S1 Teknik Kimia memang sangat related langsung dengan dunia kerja EPCC atau EPC. Di bidang ini, sarjana Teknik Kimia akan diminta mengurusi PFD, P&ID, analisis NME, sizing peralatan proses pabrik, merancang proses kimia, trouble shooting, dan banyak lagi. Perusahaan favorit pilihan sarjana Teknik Kimia untuk bidang EPCC adalah KBR, Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra, Pasadena Engineering, dan masih banyak lagi.

4. Petrokimia
Petrokimia dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia sebab dunia Petrokimia juga dinilai erat kaitannya dengan studi pendidikan kurikulum sarjana Teknik Kimia. Proses di bidang petrokimia banyak melibatkan proses pencampuran, proses pemisahan, dan proses konversi kimia yang erat kaitannya dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Bidang petrokimia juga dinilai sangat “Teknik Kimia sekali”, karena ilmu Teknik Kimia sangat terpakai di bidang pekerjaan ini, seperti analisis kolom distilasi, analisis reaktor sintesis, analisis kolom absorber, trouble shooting, pengolahan limbah, dan banyak lagi. Bidang industri pupuk urea dan amonia menjadi favorit pertama bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit tersebut antara lain adalah Pupuk Sriwidjaja, Petrogres, Pupuk Kaltim, dan KPA.

5. Chemical Industry
Chemical Industry juga dinilai berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Hal tersebut menjadikan bidang ini juga menjadi favorit. Apalagi berhubungan dengan chemical. Perusahaan favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nalco, Cognis, Lautan Luas, dan masih banyak lagi.

6. Consultant
Konsultan dinilai dapat mengasah sarjana Teknik Kimia di bidang business sense dan segi management skill. Bidang ini akan sangat mengasah di bidang analtycal thinking, outside the box, dan problem solving. Gaji yang tinggi juga merupakan benefit yang sangat mendukung pekerjaan ini diminati walaupun bidang ini hanya membutuhkan sedikit SDM. Jadi tentunya proses seleksinya juga akan relatif sulit dan peluangnya kecil. Bidang konsultan yang menjadi favorit adalah McKinsey & Company, BCG, Accenture, dan lainnya.
Enam bidang pekerjaan ini masih menjadi top favorite bagi sarjana Teknik Kimia. Ke-favorite-an bidang pekerjaan tertentu bisa muncul dari benefit salary, career development, tantangan pekerjaannya, training system, relationship dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia, business development, management development, dan masih banyak lagi tentunya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Bidang pekerjaan yang masih dapat dijelajahi oleh sarjana Teknik Kimia adalah bidang oleochemical, industri renewable energy (bioetanol, biodiesel, gasifikasi biomassa), industri katalis,  agrobisnis, dan berbagai industri speciality chemical , dan masih banyak lagi.  Selain itu pekerjaan seperti dosen / pengajar dan peneliti merupakan bidang pekerjaan yang harus dikembangkan lebih besar agar ke depannya ilmu Teknik Kimia terus lestari dan berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi zaman. Bidang entrepreneur di berbagai bidang usaha juga merupakan bidang yang sedang dijajaki oleh kaum-kaum muda sekarang-sekarang ini.

{ 1 comments... read them below or add one }

  1. minuman berenergi aman tidak berbahaya minuman berenergi yang terbaik minuman energi terbaik indonesia minuman berenergi untuk olah raga

    http://jual-gasa-murah-online.blogspot.com/2015/05/minuman-berenergi-aman-tidak-berbahaya.html

    BalasHapus

About Me

Foto saya
Bandar Lampung, Lampung, Indonesia
Seorang mahasiswa (kupu-kupu) di jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung yang kerjaannya hanya Online ga jelas tiap hari dari pagi sampai malam. Hobinya menonton anime Crayon Shinchan juga mengkoleksi berbagai video dari AKB48 dan sister sisternya.
Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

- Copyright © 2013 Blog RdFaizal - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -